Puskesmas Kronjo Sosialisasikan Kewaspadaan Leptospirosis kepada Kader dan Aparat Desa
Kronjo, 10 Maret 2026 - Puskesmas Kronjo melaksanakan kegiatan sosialisasi kewaspadaan penyakit leptospirosis kepada kader kesehatan dan aparat desa sebagai langkah peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas Kronjo dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara dalam upaya memperkuat edukasi kesehatan di masyarakat, khususnya terkait penyakit yang sering muncul akibat kondisi lingkungan setelah banjir.
Kegiatan yang diikuti oleh kader kesehatan dan aparat desa se Kecamatan Kronjo ini berlangsung dengan antusias. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pengenalan penyakit leptospirosis, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan masyarakat.
Pada saat pembukaan kegiatan, dr. Arie Akbar selaku Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Kronjo yang mewakili Kepala Puskesmas menyampaikan bahwa kondisi banjir dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit menular, salah satunya leptospirosis.
“Leptospirosis merupakan penyakit yang penularannya dapat terjadi melalui udara atau tanah yang terkontaminasi urin hewan, terutama tikus. Setelah terjadi banjir, risiko penularan dapat meningkat karena masyarakat seringkali beraktivitas di genangan udara. Oleh karena itu, peran kader dan aparat desa sangat penting dalam menyampaikan informasi pencegahan kepada masyarakat serta mendorong warga untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala tersebut,” ujar dr. Arie Akbar
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara diharapkan dapat memperkuat upaya edukasi kesehatan kepada masyarakat serta meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan penyuluhan kesehatan di wilayahnya.
Dalam sesi diskusi, para peserta juga aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait kondisi lingkungan pascabanjir di wilayah masing-masing. Salah satu kader kesehatan yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kader untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam memberikan edukasi kepada warga.
“Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Informasi yang diberikan menjadi bekal bagi kami para kader untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai bahaya leptospirosis dan cara pencegahannya, terutama setelah banjir,” ungkap salah satu kader.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kader kesehatan dan aparat desa dapat menjadi mitra strategis Puskesmas dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit leptospirosis, serta mendorong perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir di lingkungan masyarakat.
(PUSKESMASKRONJO/PROMKES)
Nomor : PP/0012/PKM-KRJ/III/2026
Berita Lainnya
-
29 May 2026
Puskesmas Kronjo Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa Melalui Kegiatan PMO bagi Pasien ODMK
Puskesmas Kronjo melaksanakan kegiatan Pemantauan Minum Obat (PMO) terhadap pasien Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) ...
-
29 May 2026
Langkah Nyata Puskesmas Kronjo Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting
Sabtu, 23 Mei 2026 Puskesmas Kronjo kembali melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayah ...
-
19 May 2026
Puskesmas Kronjo Perkuat Budaya Hidup Sehat Melalui Pembinaan Sekolah Sehat di Wilayah Kerja
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, serta ...
-
09 May 2026
“Tingkatkan Kapasitas Remaja, Puskesmas Kronjo Gelar Pelatihan Kader Kesehatan Remaja”
Tim Puskesmas Kronjo melaksanakan kegiatan pelatihan Kader Kesehatan Remaja (KKR) di sekolah-sekolah yang berada di ...
-
29 Apr 2026
Jaga Generasi Sehat, Puskesmas Kronjo Gelar Skrining Kesehatan Jiwa pada Tatanan Pendidikan dan Lembaga
Kegiatan skrining kesehatan jiwa/mental dilaksanakan oleh petugas Puskesmas Kronjo sebagai bagian dari upaya promotif dan ...